Berita Terkait

Badan Pusat Statistik
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik
Produk - Berita dan Siaran Pers
SIARAN PERS BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
1 September 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya
Terjadi Deflasi lagi pada Agustus 2025
Yogyakarta, (01/09/2025) - BPS Provinsi DIY mencatat terjadinya deflasi pada Bulan Agustus 2025 sebesar 0,24 persen (m-to-m) atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,57 pada Juli 2025 menjadi 108,31 pada Agustus 2025. Angka ini lebih dalam dibandingkan deflasi yang terjadi pada Bulan Mei tahun 2025 sebesar 0,15 persen. Secara tahunan (y-o-y) terjadi inflasi sebesar 2,30 persen, dan menurut tahun kalender (y-to-d, year to date) terjadi inflasi sebesar 1,59 persen.
Herum Fajarwati, Plt. Kepala BPS Provinsi DIY mengungkapkan, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami deflasi sebesar 0,90 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,26 persen. “Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi bulanan (m-to-m) yaitu tomat dengan andil 0,11 persen; cabai rawit dengan andil 0,07 persen; bensin dan telur ayam ras dengan andil 0,02 persen; kacang panjang, cabai merah, angkutan udara, brokoli, jeruk dan kentang masing-masing dengan andil sebesar 0,01 persen”, tegas Herum.
Sementara itu, pada kelompok pendidikan, pada Agustus 2025 mengalami inflasi sebesar 0,44 persen dan memiliki andil inflasi 0,03 persen. Kelompok pengeluaran lainnya yang juga mengalami inflasi antara lain kelompok pakaian dan alas kaki, yaitu 0,19 persen dan andil inflasi 0,01 persen; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dan memiliki andil inflasi 0,01 persen. Tahun ajaran baru, baik pada pendidikan dasar dan menengah serta perguruan tinggi cukup berpengaruh terhadap kenaikan permintaan, sehingga mendorong inflasi pada kelompok-kelompok tersebut.
Perkembangan harga-harga menurut wilayah di Provinsi DIY secara bulanan juga mengalami deflasi. Kabupaten Gunungkidul dan Kota Yogyakarta tercatat mengalami deflasi sebesar masing-masing 0,27 persen dan 0,21 persen. Sementara secara tahunan, Kabupaten Gunungkidul maupun Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 2,33 persen dan 2,28 persen.
NTP DIY Agustus 2025 Naik 1,13 Persen
BPS Provinsi D.I. Yogyakarta juga mencatat NTP (Nilai Tukar Petani) DIY pada Agustus 2025 mencapai angka 109,02 atau naik 1,13 persen dibanding bulan sebelumnya yang hanya mencapai 107,81. Nilai Tukar Petani subsektor tanaman pangan tercatat sebesar 105,49; subsektor hortikultura 141,24; subsektor tanaman perkebunan rakyat 133,47; subsektor peternakan 99,61; dan subsektor perikanan 94,63.
“Naiknya indeks NTP gabungan pada bulan ini dipengaruhi oleh naiknya dua subsektor yaitu: tanaman pangan sebesar 2,71 persen dan perikanan sebesar 2,19 persen”, ujar Herum. Sedangkan tiga subsektor turun, yaitu hortikultura sebesar 1,71 persen; tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,32 persen dan peternakan sebesar 0,95 persen. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Daerah Istimewa Yogyakarta Bulan Agustus 2025 tercatat 112,68 naik 0,36 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 112,27.
Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) pedesaan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Agustus 2025 secara umum mencapai 129,70 atau mengalami deflasi sebesar 0,87 persen dibanding IHK pada bulan sebelumnya yang tercatat 130,83.
Dari 38 provinsi, NTP di 26 provinsi pada bulan Agustus 2025 mengalami kenaikan, sedangkan 12 provinsi turun. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Bengkulu sebesar 3,89 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Bali sebesar 2,69 persen.
Neraca Perdagangan Tetap Surplus
Neraca perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mencatat kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melaporkan neraca perdagangan barang Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang periode Januari-Juli 2025 surplus sebesar US$221,34 juta, meningkat US$18,82 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini ditopang oleh nilai ekspor yang mencapai US$324,25 juta, lebih tinggi dibanding impor sebesar US$102,91 juta.
“Nilai ekspor periode Januari-Juli 2025 meningkat 10,30 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini utamanya didorong oleh produk hasil industri pengolahan dengan total nilai ekspor sebesar US$322,02 juta, atau naik 10,14 persen”, ungkap Herum.
Sejumlah komoditas unggulan mencatat pertumbuhan ekspor yang tinggi sepanjang Januari-Juli 2025. Ekspor pakaian dan aksesorinya (bukan rajutan) menyumbang US$125,30 juta, naik 13,68 persen, sementara pakaian dan aksesorinya (rajutan) juga mengalami kenaikan 48,46 persen menjadi US$42,89 juta. Namun, tak semua komoditas unggulan mencatat kinerja positif. Ekspor perabotan, lampu, dan alat penerangan; barang anyaman; kertas, karton, dan barang daripadanya; minyak atsiri, wewangian, dan kosmetik mengalami penurunan.
“Dari sisi negara tujuan, periode Januari-Juli 2025 ini, Amerika Serikat tetap menjadi pasar ekspor utama dengan nilai mencapai US$140,64 juta (43,37 persen), disusul Jerman sebesar US$39,57 juta (12,20 persen) dan Jepang sebesar US$25,82 juta (7,96 persen)” lanjutnya.
Sementara itu, BPS mencatat nilai impor Januari-Juli 2025 sebesar US$102,91 juta atau naik 12,53 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama impor berasal dari golongan barang kain rajutan (US$24,72 juta), kereta api, trem, dan bagiannya (US$12,96 juta), dan filamen buatan (US$7,89 miliar). Dari sisi penggunaan, BPS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta juga mencatat bahwa impor bahan baku atau dan penolong naik 12,95 persen menjadi US$91,05 juta.
Sepanjang periode Januari-Juli 2025, Tiongkok menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai US$38,71 juta (berperan terhadap total impor sebesar 37,62 persen), diikuti Hongkong sebesar US$19,39 juta (18,84 persen), dan Amerika Serikat sebesar US$18,31 juta (17,79 persen).
Untuk bulan Juli saja, nilai ekspor mencapai US$54,01 juta, naik 12,66 persen dibanding Juli 2024. Sedangkan nilai impor mencapai US$13,17 juta, turun 21,65 persen dibanding Juli 2024. Dengan demikian terjadi surplus neraca perdagangan pada Juli 2025.
Kunjungan Wisatawan Juli 2025 Meningkat
BPS Provinsi DIY mencatat, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia melalui pintu Yogyakarta Internasional Airport (YIA) pada Juli 2025 tercatat sebesar 11,32 ribu kunjungan atau naik 1,82 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2024 sebesar 11,12 ribu kunjungan. Secara kumulatif selama Semester I 2025, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui pintu YIA mencapai 54,57 ribu kunjungan, atau turun 12,43 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Disagregasi kunjungan wisman menurut kebangsaan, pada Juli 2025 paling banyak berasal dari Malaysia (31,57 persen), diikuti Prancis (8,30 persen), dan Singapura (6,96 persen).
Indikator pariwisata selanjutnya yang dirilis oleh BPS Provinsi DIY adalah jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus). Pada Juli 2025 wisnus yang datang ke DIY tercatat sebesar 3,52 juta perjalanan, atau naik 44,68 persen dibanding Juli 2024 (y-o-y). Secara kumulatif dari Januari hingga Juli 2025, jumlah perjalanan wisnus mencapai 24,51 juta perjalanan, atau naik 8,51 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Selanjutnya, pada Juli 2025 tercatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di DIY sebesar 58,48 persen atau turun 4,77 persen poin dibanding Juli 2024 (y-o-y) yang tercatat 63,25 persen. Sedangkan pada hotel non bintang, TPK Juli 2025 tercatat sebesar 25,93 persen, turun 1,64 persen poin dibanding Juli 2024 (y-o-y) yang tercatat mencapai 27,57 persen. Lama menginap hotel pada Juli 2025 tercatat 1,57 malam pada hotel bintang dan 1,17 malam pada hotel non bintang. Jumlah tamu yang menginap di hotel, tercatat 35,61 ribu adalah tamu asing dan 749,40 ribu adalah tamu Indonesia. Dari total tamu yang menginap di hotel sebanyak 785,01 ribu orang, 64,27 persen memilih menginap di hotel bintang dan 35,73 persen menginap di hotel non bintang.
Penumpang Angkutan Udara dan Kereta Api Bulan Juli 2025 Meningkat
BPS Provinsi DIY merilis jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi udara meningkat di Bulan Juli 2025. Peningkatan ini terjadi baik pada angkutan udara domestik maupun internasional. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari Daerah Istimewa Yogyakarta pada Juli 2025 secara keseluruhan tercatat sebanyak 186.119 orang atau naik 19,11 persen dibanding Juni 2025 (m-to-m) yang tercatat sebanyak 156.256 orang. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang datang pada Juli 2025 juga mengalami peningkatan sebanyak 178.433 orang, atau naik 11,95 persen dibanding Juni 2025 sebanyak 159.391 orang.
Jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat ke luar negeri pada Juli 2025 sebanyak 16.486 orang, meningkat 1,82 persen dibanding Juni 2025 yang tercatat sebanyak 16.192 orang. Jumlah penumpang angkutan udara yang datang dari luar negeri pada Juli 2025 sebanyak 18.670 orang, naik 13,11 persen dibandingkan bulan Juni 2025 (sebanyak 16.506 orang).
Herum menambahkan, pada moda angkutan kereta api juga mengalami peningkatan di Bulan Juli 2025. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Daerah Istimewa Yogyakarta pada Juli 2025 sebanyak 1.169.632 orang, naik sebesar 3,90 persen dibanding Juni 2025 sebanyak 1.125.727 orang. Jumlah penumpang kereta api yang datang pada Juli 2025 sebanyak 1.157.637 orang, meningkat sebesar 6,82 persen dibanding Juni 2025 sebanyak 1.083.716 orang.
Sementara itu, jumlah barang yang dimuat menggunakan angkutan udara domestik pada Juli 2025 mengalami penurunan sebesar 14,21 persen dibanding bulan sebelumnya. Pada Juli 2025 tercatat sebesar 1.048,42 ton, sedangkan pada Juni 2025 tercatat 1.222,03 ton. Jumlah barang yang dibongkar menggunakan angkutan udara domestik pada Juli 2025 secara keseluruhan tercatat sebanyak 212,57 ton atau turun 13,81 persen dibanding bulan sebelumnya.
Jumlah barang yang dimuat dari DIY dengan moda kereta api pada Juli 2025 sebanyak 30.532 ton atau naik 12,11 dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, jumlah barang angkutan kereta api yang dibongkar di DIY pada Juli 2025 sebanyak 43.930 ton, mengalami kenaikan sebesar 8,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
___________________________________________________________________
Narahubung Media
Sudiyana
Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta