| Jadwal Rilis | : | |
| Ukuran File | : |
Abstraksi
Berita Resmi Statistik Terkait

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Brawijaya Tamantirto Kasihan Bantul 55183
Telp. 0274-4342234. Fx. 0274-4342230
E-mail : [email protected] (PST/permintaan data)
E-mail : [email protected] (PPID dan Info Magang)
Whatsapp: 081567693400 (PST/permintaan data)
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik
| Tanggal Rilis | : | 5 Februari 2024 |
| Ukuran File | : | 3.768834 MB |
Abstraksi
Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan IV-2023 mencapai Rp46,60 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp30,40 triliun.
Perekonomian DIY selama 2023 tumbuh sebesar 5,07 persen (c-to-c). Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit (LNPRT).
Perekonomian DIY triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 4,86 persen (y-on-y). Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit.
Dibanding triwulan III-2023 perekonomian DIY tumbuh sebesar 2,90 persen (q-to-q). Lapangan usaha yang tumbuh tinggi adalah Jasa Lainnya, diikuti oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum. Dari sisi pengeluaran, terutama dididorong oleh pertumbuhan Konsumsi Pemerintah dan Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit.
Struktur ekonomi DIY tahun 2023 didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan, Pertanian, dan Akomodasi & Makan Minum dengan kontribusi masingmasing sebesar 11,82 persen, 10,23 persen, dan 10,18 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga masih mendominasi dengan kontribusi 61,90 persen, diikuti oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto 33,17 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 14,16 persen.