| Jadwal Rilis | : | |
| Ukuran File | : |
Abstraksi
Berita Resmi Statistik Terkait

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Jl. Brawijaya Tamantirto Kasihan Bantul 55183
Telp. 0274-4342234. Fx. 0274-4342230
E-mail : [email protected] (PST/permintaan data)
E-mail : [email protected] (PPID dan Info Magang)
Whatsapp: 081567693400 (PST/permintaan data)
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik
| Tanggal Rilis | : | 5 Agustus 2024 |
| Ukuran File | : | 2.873946 MB |
Abstraksi
Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan besaran Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2024
mencapai Rp 48,50 triliun rupiah dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp
30,94 triliun rupiah.
Perekonomian DIY triwulan II-2024 terhadap triwulan II-2023 mengalami tumbuh
sebesar 4,95 persen (y-on-y). Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Pengadaan
Listrik dan Gas sebesar 13,32 persen, disusul Jasa Keuangan, dan Konstruksi,
masing-masing 9,08 persen dan 8,50 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan
tertinggi dicapai oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang
melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 10,05 persen, Pembentukan Modal
Tetap Bruto (PMTB) sebesar 8,11 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
(PKP) sebesar 5,53 persen.
Dibanding triwulan I-2024 perekonomian DIY tumbuh 0,84 persen (q-to-q).
Lapangan usaha yang tumbuh paling tinggi adalah Jasa Lainnya sebesar 5,19 persen,
diikuti Konstruksi 4,69 persen, serta Pertambangan dan Penggalian 4,73 persen.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi adalah Komponen Pengeluaran
Konsumsi Pemerintah (PKP) sebesar 6,11 persen, diikuti komponen PMTB sebesar
4,10 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) sebesar 2,82 persen.
Struktur ekonomi DIY triwulan II tahun 2024 didominasi oleh lapangan usaha
Industri Pengolahan 11,87 persen, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 10,72
persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan-Minum 10,37 persen. Sementara
dari sisi pengeluaran, pengeluaran konsumsi rumah tangga masih mendominasi
dengan kontribusi 61,96 persen, diikuti oleh pembentukan modal tetap bruto
33,28 persen, dan pengeluaran konsumsi pemerintah 13,82 persen.