Plt. Kepala BPS Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menghadiri Yogyakarta Economic Symposium (YES) 2026 pada Kamis, 3 September 2026 di The Karaton Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Kegiatan yang digagas oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) bersama ISEI DIY ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas.
Mengusung tema "Mengakselerasi Ekonomi DIY yang Bertumbuh, Inklusif, dan Resilien Menuju Masyarakat DIY Sejahtera", forum ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Hadir di antaranya perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY, akademisi, praktisi, dan pelaku usaha di DIY. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi dinamika ekonomi global sekaligus mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Sekretaris ISEI DIY, Y.Sri Susilo, menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan identitas dan keunggulan utama DIY. Keunggulan tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Ke depan, pertumbuhan ekonomi DIY perlu terus didorong melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, inovasi, dan daya saing daerah. Potensi ini harus dioptimalkan melalui penguatan research-based policy. Hasil riset harus mampu diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang relevan dan aplikatif bagi pemerintah,” ujar Y.Sri Susilo.
YES 2026 menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Josua Pardede, Chief Economist PermataBank, dan Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sekretaris Daerah DIY. Diskusi berlangsung interaktif dan membahas sejumlah isu strategis dalam mewujudkan ketahanan ekonomi daerah. Forum ini menjadi ruang terbuka untuk pertukaran gagasan dan pemikiran dengan tujuan menghasilkan rekomendasi yang implementatif, inovatif, dan relevan terhadap tantangan pembangunan ekonomi di DIY.
Pada acara tersebut ditegaskan pentingnya peningkatan sinergi antara ISEI, KPw BI DIY, Pemerintah Daerah DIY, dunia usaha, akademisi, dan komunitas. Sinergi tersebut diperlukan agar terjalin rantai yang kuat antara riset, perumusan kebijakan, dan implementasinya di lapangan. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir. Tujuan utama yang ingin dicapai adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat DIY. Setiap riset, gagasan, dan kebijakan yang lahir dari forum ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya ekonomi DIY yang bertumbuh, inklusif, dan resilien, menuju masyarakat DIY yang sejahtera. Melalui kegiatan ini, BPS Provinsi DIY menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan data statistik yang akurat, mutakhir, dan tepat waktu sebagai dasar perumusan kebijakan ekonomi daerah yang berbasis bukti.