|
Rabu, 19 Juni 2013 08:25 |
PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASINomor : 34515.429Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pelelangan Konstruksi Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta akan melaksanakan Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan konstruksi sebagai berikut:
1. Paket Pekerjaan Nama Paket Pekerjaan : Perluasan Gedung Kantor BPS Provinsi D.I. Yogyakarta Lingkup Pekerjaan : Perluasan Gedung Kantor BPS Provinsi D.I. Yogyakarta Lokasi : Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul Nilai Total HPS : Rp. 1.047.000.000,00 (Satu milyar empat puluh tujuh juta rupiah) Sumber Pendanaan : APBN Tahun 2013
2. Pesyaratan Peserta Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia barang/jasa yang memenuhi persyaratan Ijin Usaha : SIUJK, SBU Klasifikasi : Bangunan-bangunan non perumahan lainnya Kualifikasi : kecil
Dengan terlebih dahulu melakukan registrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)
3. Pelaksanaan Pengadaan Pengadaan barang/jasa dilaksanakan secara elektronik, dengan mengakses aplikasi sistem pengadaan secara elektronik (aplikasi SPSE) pada alamat website LPSE : http://eproc.jogjakarta.go.id
selengkapnya silakan unduh berkas pengumuman lelang |
|
Senin, 03 Juni 2013 13:40 |
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN : KOTA YOGYAKARTA BULAN MEI 2013 MENGALAMI DEFLASI SEBESAR -0,29 PERSEN - Kota Yogyakarta pada Bulan Mei 2013 mengalami deflasi sebesar -0,29 persen. Deflasi ini dikarenakan adanya penurunan harga-harga yang menyebabkan berubahnya angka indeks harga konsumen. Terdapat tiga kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan yaitu kelompok bahan makanan turun 2,07 persen, kelompok sandang turun 0,82 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,08 persen. Kemudian empat kelompok pengeluaran yang pada Bulan Mei ini mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik 0,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar naik 0,33 persen; kelompok kesehatan naik 0,18 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,02 persen.
- Dari 66 kota yang dihitung angka inflasinya pada Bulan Mei 2013, sebanyak 43 kota mengalami deflasi sedangkan 23 kota lainnya mengalami inflasi. Deflasi terbesar terjadi di Kota Mataram sebesar 1,03 persen, sedangkan deflasi terkecil yaitu 0,01 persen terjadi di Kota Tasikmalaya dan Pekan Baru. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon yaitu sebesar 2,25 persen, inflasi terendah terjadi di Kota Bogor sebesar 0,01 persen.
- Laju inflasi tahun kalender 2013 (Mei 2013 terhadap Desember 2012) sebesar 2,09 persen. Sedangkan laju inflasi year on year (Mei 2013 terhadap Mei 2012) sebesar 5,58 persen.
NILAI TUKAR PETANI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BULAN MEI 2013 SEBESAR 117,24
A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI- Pada Mei 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai angka 117,24 atau mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang tercatat 116,41. NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 116,40, NTP Subsektor Hortikultura (NTPH) 134,76, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 126,68, NTP Subsektor Peternakan (NTPT) 105,37, dan NTP Subsektor Perikanan (NTN) 115,30. Naiknya indeks NTP gabungan pada bulan ini disebabkan oleh naiknya indeks NTP pada hampir seluruh subsektor kecuali subsektor perikanan.
- Indeks Harga Konsumen (IHK) di daerah pedesaan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Mei 2013 secara umum mencapai 139,21 atau mengalami deflasi sebesar 0,26 persen dibanding IHK pada bulan sebelumnya yang tercatat 139,56. Penurunan indeks terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 0,73 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,01 persen. Sebaliknya, indeks kelompok makanan jadi naik sebesar 0,26 persen, kelompok perumahan 0,10 persen, kelompok sandang 0,14 persen, dan kelompok kesehatan 0,07 persen. Sedangkan kelompok transportasi dan komunikasi relatif tidak mengalami perubahan indeks.
- Dari 32 provinsi (kecuali DKI Jakarta) yang dihitung angka NTPnya pada bulan Mei 2013 terdapat 25 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 7 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0,85 persen, sebaliknya penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 0,74 persen.
B. PERKEMBANGAN HARGA PRODUSEN GABAH MEI 2013- Berdasarkan hasil observasi terhadap 47 transaksi gabah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama Mei 2013, jumlah observasi didominasi oleh gabah kualitas rendah sebanyak 59,57 persen, diikuti oleh Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 40,43 persen. Sedangkan observasi Gabah Kering Giling (GKG) tidak dijumpai pada bulan ini.
- Dibandingkan April 2013, rata-rata harga gabah kualitas GKP pada Mei 2013 mengalami kenaikan 3,38 persen menjadi Rp. 3.994,74 per kg di tingkat petani dan naik 2,88 persen menjadi Rp. 4.026,32 per kg di tingkat penggilingan. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas rendah naik sebesar 6,72 persen menjadi Rp. 3.527,68 per kg di tingkat petani dan harga di tingkat penggilingan naik 6,34 persen menjadi Rp. 3.567,86 per kg.
- Harga gabah tertinggi di tingkat petani senilai Rp. 4.500,00 per kg pada kualitas GKP dan gabah kualitas rendah varitas Mentik Wangi dan IR 64 terjadi di Kecamatan Nanggulan (Kulonprogo). Sedangkan harga gabah terendah di tingkat petani senilai Rp. 3.150,00 per kg dengan gabah kualitas rendah varitas IR 64 terjadi di Kecamatan Jetis (Bantul).
- Selama Mei 2013, dijumpai 5 observasi (26,32 persen) harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP.
TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR (TPK) HOTEL BINTANG PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BULAN APRIL 2013 53,44 PERSEN- Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi D.I. Yogyakarta secara rata-rata pada bulan April 2013 sebesar 53,44 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 1,02 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang menunjuk besaran angka 52,42 persen. TPK hotel non bintang/akomodasi lain rata-rata sebesar 26,42 persen, turun sebesar 2,69 poin dibanding bulan Maret 2013 yang mencapai besaran angka 29,11 persen.
- Rata-rata lama menginap wisatawan di hotel bintang di Provinsi D. I. Yogyakarta pada bulan April 2013 menunjuk besaran angka 1,77 malam atau mengalami kenaikan 0,11 malam, dari rata-rata lama menginap bulan sebelumnya. Rata-rata tamu menginap terlama mencapai 2,08 malam terjadi pada hotel bintang lima, sedangkan terpendek 1,48 malam pada hotel bintang tiga. Pada hotel non bintang /akomodasi lain rata-rata lama menginap 1,31 malam, naik 0,02 malam dibandingkan bulan sebelumnya yang menunjuk besaran angka 1,29 malam. Rata-rata menginap terpanjang selama 1,49 malam pada kelompok kamar >40 sedangkan terpendek 1,24 malam pada kelompok kamar < 10 dan kelompok kamar 25-40.
- Jumlah wisatawan yang menginap di hotel selama bulan April 2013 tercatat sebanyak 259.267 orang yang terdiri dari 244.859 orang wisatawan nusantara dan 14.408 orang wisatawan mancanegara. Dari jumlah tersebut menginap di hotel bintang sebanyak 93.733 orang dan 165.534 orang menginap di hotel non bintang/ akomodasi lain.
- Jumlah penumpang pesawat udara komersial yang datang melalui Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta pada bulan April 2013 secara keseluruhan berjumlah 211.911 orang terdiri dari 200.015 orang penumpang penerbangan domestik dan 11.896 orang penumpang penerbangan internasional. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 4,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan rincian 4,07 persen penurunan penumpang penerbangan domestik dan 7,52 persen penurunan penumpang penerbangan internasional.
- Penumpang yang berangkat berjumlah 210.221 orang terdiri dari 200.238 orang penumpang penerbangan domestik dan 9.983 orang penumpang penerbangan internasional. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan sebesar 2,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan rincian sebesar 1,93 persen penurunan penumpang domestik, dan 13,78 persen penurunan penumpang internasional.
PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BULAN APRIL 2013- Nilai Ekspor barang asal Provinsi D.I. Yogyakarta yang dikirim melalui beberapa pelabuhan di Indonesia pada bulan April 2013 sebesar US$ 23.240.899. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 4,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang nilainya sebesar US$ 22.243.562, dan mengalami peningkatan sebesar 7,19 persen dibandingkan kondisi setahun yang lalu (April 2012) yang tercatat senilai US $ 21.682.482. Nilai ekspor caturwulan I (Januari- April) 2013 berjumlah US $ 96.542.510.
- Tujuan ekspor barang bulan April 2013 utamanya ke negara Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang masing-masing sebesar 35,84 persen, 10,91 persen, dan 8,67 persen.
- Pakaian jadi bukan rajutan (HS 62), Barang-barang dari kulit (HS 42), dan Perabot penerangan rumah ( HS 94) merupakan 3 (tiga) kelompok komoditas utama yang mempunyai nilai ekspor tertinggi pada bulan April 2013, masing-masing sebesar 39,68 persen, 13,63 persen, dan 9,11 persen.
- Perkembangan komoditas terbesar dari bulan Maret ke bulan April 2013 adalah Bahan Kimia Organik (HS 29) sebesar 109,10 persen, sedangkan perkembangan tertinggi bulan April 2013 terhadap April 2012 (y-o-y) adalah komoditas Mesin/peralatan listrik (HS 85) meningkat 2 kali lipat.
- Ekspor barang asal Provinsi D.I.Yogyakarta pada bulan April 2013 sebesar 56,98 persen dikirim melalui Provinsi Jawa Tengah Pelabuhan muat Tanjung Emas.
- Impor barang Provinsi D.I Yogyakarta pada bulan April 2013 melalui pelabuhan udara Adi Sutjipto senilai US$. 70.821, mengalami kenaikan 39,39 persen dibandingkan bulan Maret 2013 dan turun 18,67 persen dibandingkan setahun yang lalu.
- Sebagian besar impor Provinsi D.I. Yogyakarta bulan April 2013 berasal dari Jepang senilai US$ 55.701 atau sebesar 78,65 persen.
- Komoditas Impor sebesar 80,63 persen atau senilai US$ 57.103 berupa kain tenun berlapis.
|
|