Pengunjung Online

Terdapat 11 Tamu online
Statistik pengunjung sejak 14 Januari 2009
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini36
mod_vvisit_counterKemarin95
mod_vvisit_counterMinggu ini555
mod_vvisit_counterBulan ini2714
mod_vvisit_counterKeseluruhan99189

Pencarian


PDF Cetak E-mail
Jumat, 06 Januari 2012 17:12

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI :  KOTA YOGYAKARTA BULAN DESEMBER 2011 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,48 PERSEN

  • Kota Yogyakarta pada bulan Desember 2011 mengalami inflasi sebesar 0,48 persen. Inflasi ini disebabkan adanya kenaikan harga-harga yang ditunjukkan oleh berubahnya angka indeks harga konsumen. Semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks kecuali kelompok sandang yang turun sebesar 0,39 persen. Kelompok bahan makanan naik 1,96 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik 0,32 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar naik 0,23 persen; kelompok kesehatan naik 0,02 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,17 persen.
  • Dari 66 kota yang dihitung angka inflasinya pada bulan Desember 2011, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Kupang yaitu sebesar 2,19 persen, sedangkan inflasi terendah yaitu 0,02 persen dialami kota Tanjung Pinang.
  • Laju inflasi tahun kalender 2011 dan laju inflasi year on year (Desember 2011 terhadap Desember 2010 ) sebesar 3,88 persen.

 NILAI TUKAR PETANI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BULAN DESEMBER 2011 SEBESAR 116,61

  • Pada Desember  2011, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai angka 116,61 atau mengalami kenaikan sebesar 0,42 persen dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang tercatat 116,13.  NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 117,16, NTP Subsektor Hortikultura (NTPH) 129,29, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 125,56, NTP Subsektor Peternakan (NTPT) 103,48, dan NTP Subsektor Perikanan (NTN) 114,29. Naiknya indeks NTP gabungan pada bulan ini disebabkan oleh naiknya indeks NTP pada sebagian besar subsektor.
  • Indeks Harga Konsumen (IHK) di daerah pedesaan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Desember 2011 secara umum mencapai 129,57 atau mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dibanding IHK pada bulan sebelumnya yang tercatat 129,48. Kenaikan indeks terjadi pada kelompok makanan jadi sebesar 0,75 persen, kelompok perumahan 0,28 persen, kelompok sandang 0,29 persen, kelompok kesehatan 0,08 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,21 persen, dan kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,02 persen. Sebaliknya kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks sebesar 0,31 persen.
  • Dari 32 provinsi (kecuali DKI Jakarta)  yang dihitung angka NTPnya pada bulan Desember 2011 terdapat 19 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 13 provinsi mengalami penurunan NTP. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Bengkulu yaitu sebesar 0,77 persen, sebaliknya penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Maluku yaitu sebesar 0,54 persen

TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR (TPK) HOTEL BINTANG PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BULAN NOVEMBER 2011 55,27 PERSEN

  • Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi D.I. Yogyakarta  secara rata-rata pada bulan November  2011 sebesar  55,27 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 3,24 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai besaran angka 58,51 persen. TPK pada hotel non bintang/akomodasi lain sebesar 32,21 persen, turun sebesar 0,28  poin dibanding TPK bulan Oktober 2011 yang menunjuk besaran angka  32,49 persen.
  • Rata-rata lama menginap wisatawan di hotel bintang di Provinsi D. I. Yogyakarta pada bulan November 2011 mengalami penurunan  0,06 malam, dari rata-rata lama  menginap 1,80 malam di bulan Oktober menjadi 1,74 malam pada bulan November  2011. Rata-rata tamu menginap terlama pada hotel bintang satu yang mencapai 2,02 malam, sedangkan terpendek 1, 49 malam pada hotel bintang  tiga. Pada hotel non bintang/akomodasi lain rata-rata lama menginap  1,59 malam. Rata-rata menginap terlama pada kelompok kamar  <10 mencapai 1,73 malam,  sedangkan terpendek sebesar 1,38 malam pada kelompok kamar 25-40
  • Jumlah wisatawan yang menginap di hotel selama bulan November  2011 tercatat sebanyak 215.514 orang yang terdiri dari 11.122 orang wisatawan mancanegara dan 204.392 orang wisatawan nusantara.  Dari jumlah tersebut menginap di hotel bintang sebanyak 72.350 orang dan 143.164 orang menginap di hotel non bintang/ akomodasi lain.
  • Jumlah penumpang pesawat udara komersial yang datang melalui Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta secara keseluruhan  pada bulan November  2011 mengalami penurunan sebesar 3,48 persen dan penumpang yang berangkat turun sebesar 6,62 persen dibandingkan bulan Oktober 2011.  Penumpang yang datang  berjumlah 185.141 orang terdiri dari 176.289 orang penumpang domestik dan 8.852 orang penumpang internasional.  Penumpang yang berangkat  berjumlah 183.888 orang terdiri dari 176.338 orang penumpang domestik dan 7.550 orang penumpang internasional.

TINGKAT  KEMISKINAN PROVINSI  DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SEPTEMBER 2011 SEBESAR 16,14 PERSEN

  • Garis  kemiskinan di  Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta  pada September  2011 sebesar              Rp  257 909,- per kapita per bulan. Apabila dibandingkan dengan keadaaan Maret  2011 sebesar       Rp 249 629,- per kapita per bulan, maka garis kemiskinan selama setengah tahun yang lalu  mengalami kenaikan sebesar  3,32 persen.
  • Jumlah penduduk miskin, yaitu penduduk yang konsumsinya berada di bawah garis kemiskinan, pada September 2011 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 564,23 ribu orang. Jika dibandingkan dengan keadaan Maret 2011 yang jumlahnya mencapai 560,88 ribu orang, berarti jumlah penduduk miskin bertambah sebanyak  3,35 ribu orang dalam setengah tahun.
  • Tingkat kemiskinan, yaitu persentase penduduk miskin dari seluruh penduduk, di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada September  2011 sebesar 16,14  persen. Apabila dibandingkan dengan keadaan Maret Tahun 2011 yang besarnya 16,08 persen berarti ada sedikit  kenaikan sebesar 0,06 persen selama setengah tahun.
  • Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) pada periode Maret 2011 – September  2011 mengalami penurunan. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin mendekati garis kemiskinan dan ragam pengeluaran penduduk miskin juga sedikit menyempit.

 Silakan unduh berkas Berita Resmi Statistik 2 Januari 2012 selengkapnya

 

 


 

Update Terbaru

 

Artikel Populer

 
 
 

Website ini tampil lebih baik apabila anda menggunakan browser FirefoxLogo Firefox