|
Senin, 07 Mei 2012 08:03 |
Pengumuman Ujian Tahap 1 PMB STIS 2012Ketentuan Ujian Tahap I - Ujian Tahap I diselenggarakan pada hari Sabtu, 12 Mei 2012.
 - Waktu ujian dimulai serentak di seluruh Indonesia:
- Untuk wilayah Waktu Indonesia Bagian Barat: 07.30 WIB,
- Untuk wilayah Waktu Indonesia Bagian Tengah: 08.30 WITA,
- Untuk wilayah Waktu Indonesia Bagian Timur: 09.30 WIT.
Ujian diselenggarakan selama lebih kurang 3,5 jam nonstop tanpa istirahat. - Peserta ujian siap di lokasi pada tempat duduk yang telah ditentukan 60 menit sebelum ujian dimulai.
- Perlengkapan wajib:
- Kartu Tanda Peserta Ujian Masuk (KTPUM),
- Kartu identitas berfoto ASLI yang masih berlaku seperti KTP, SIM, atau bagi yang lulus tahun 2012 yang belum memiliki KTP atau SIM dapat digantikan dengan Kartu Pelajar. Bagi yang tidak memiliki surat-surat tersebut di atas, dapat digantikan dengan Surat Keterangan yang dilengkapi pasfoto terbaru, yang dikeluarkan oleh Sekolah atau RW/Kelurahan setempat.
- Alat tulis: bolpoin, pensil 2B, penghapus, peraut, papan alas tulis,
- Dan seluruh ketentuan yang tercantum pada KTPUM.
- Pakaian bebas sopan (kecuali ada ketentuan khusus dari penyelenggara BPS Provinsi).
- Ketentuan lain yang berlaku selama ujian dilaksanakan.
silakan download lokasi ujian selengkapnya buka www.stis.ac.id |
|
Selasa, 01 Mei 2012 11:22 |
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI : KOTA YOGYAKARTA BULAN APRIL 2012 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,11 PERSEN - Kota Yogyakarta pada bulan April 2012 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Inflasi ini disebabkan adanya kenaikan harga-harga yang ditunjukkan oleh berubahnya angka indeks harga konsumen. Empat kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik 0,45 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar naik 0,57 persen; kelompok kesehatan naik 0,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,26 persen. Sebaliknya tiga kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan angka indek yaitu kelompok bahan makanan turun 0,94 persen, kelompok sandang turun 0,40 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga turun 0,01 persen.
- Dari 66 kota yang dihitung angka inflasinya pada bulan Maret 2012, 52 kota mengalami inflasi dan 14 kota IHK lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Pangkal Pinang yaitu sebesar 1,76 persen, sedangkan inflasi terendah yaitu 0,03 persen dialami kota Bengkulu. Sebaliknya deflasi terbesar terjadi di kota Tarakan sebesar -0,51 persen dan deflasi terkecil dialami kota Banjarmasin sebesar -0,01 persen
- Laju inflasi tahun kalender 2012 ( April 2012 terhadap Desember 2011 ) sebesar 0,82 persen. Sedangkan laju inflasi year on year ( April 2012 terhadap April 2011 ) sebesar 3,85 persen
NILAI TUKAR PETANI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BULAN APRIL 2012 SEBESAR 115,65- Pada April 2012, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai angka 115,65 atau mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang tercatat 115,43. NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 115,50, NTP Subsektor Hortikultura (NTPH) 130,97, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 121,36, NTP Subsektor Peternakan (NTPT) 103,69, dan NTP Subsektor Perikanan (NTN) 113,99. Naiknya indeks NTP gabungan pada bulan ini disebabkan oleh naiknya indeks NTP pada sebagian besar subsektor.
- Indeks Harga Konsumen (IHK) di daerah pedesaan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada April 2012 secara umum mencapai 131,11 atau mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dibanding IHK pada bulan sebelumnya yang tercatat 130,75. Kenaikan indeks terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 0,15 persen, kelompok makanan jadi sebesar 0,72 persen, kelompok perumahan 0,53 persen, kelompok sandang 0,54 persen, kelompok kesehatan 0,26 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,03 persen. Sebaliknya, indeks kelompok transportasi dan komunikasi mengalami penurunan sebesar 0,19 persen.
- Dari 32 provinsi (kecuali DKI Jakarta) yang dihitung angka NTPnya pada bulan April 2012 terdapat 13 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 19 provinsi mengalami penurunan NTP. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Jawa Timur sebesar 0,67 persen, sebaliknya penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jawa Barat sebesar 0,60 persen.
TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR (TPK) HOTEL BINTANG PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BULAN MARET 2012 54,96 PERSEN - Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi D.I. Yogyakarta secara rata-rata pada bulan Maret 2012 sebesar 54,96 persen. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 7,20 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai besaran angka 47,76 persen. TPK hotel non bintang/akomodasi lain sebesar 34,26 persen, meningkat sebesar 1,44 poin dibanding TPK bulan Februari 2012 yang menunjuk besaran angka 32,82 persen.
- Rata-rata lama menginap wisatawan di hotel bintang di Provinsi D. I. Yogyakarta pada bulan Maret 2012 mengalami peningkatan 0,32 malam, dari rata-rata lama menginap 1,68 malam di bulan Februari menjadi 2,00 malam pada bulan Maret 2012. Rata-rata tamu menginap terlama pada hotel bintang satu, mencapai 2,49 malam, sedangkan terpendek 1,59 malam pada hotel bintang dua. Pada hotel non bintang/akomodasi lain rata-rata lama menginap 1,59 malam, naik 0,02 malam dibandingkan bulan sebelumnya yang menunjuk besaran angka 1,57 malam. Rata-rata menginap terlama pada kelompok kamar 25-40 mencapai 1,72 malam, sedangkan terpendek sebesar 1,49 malam pada kelompok kamar < 10
- Jumlah wisatawan yang menginap di hotel selama bulan Maret 2012 tercatat sebanyak 215.052 orang yang terdiri dari 11.289 orang wisatawan mancanegara dan 203.763 orang wisatawan nusantara. Dari jumlah tersebut menginap di hotel bintang sebanyak 76.840 orang dan 138.212 orang menginap di hotel non bintang/ akomodasi lain.
- Jumlah penumpang pesawat udara komersial yang datang melalui Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta secara keseluruhan pada bulan Maret 2012 mengalami peningkatan sebesar 7,14 persen dan penumpang yang berangkat meningkat sebesar 4,41 persen dibandingkan bulan Februari 2012. Penumpang yang datang berjumlah 192.237 orang terdiri dari 183.391 orang penumpang penerbangan domestik dan 8.846 orang penumpang penerbangan internasional. Penumpang yang berangkat berjumlah 187.327 orang terdiri dari penumpang penerbangan domestik 179.608 dan 7.719 orang penumpang penerbangan internasional.
PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG (IBS) DAN INDUSTRI MIKRO KECIL (IMK) TRIWULAN I TAHUN 2012- Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang triwulan I tahun 2012 terhadap triwulan IV tahun 2011 (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar -1,71 persen.
- Produksi Industri Mikro Kecil (IMK) triwulan I tahun 2012 terhadap triwulan IV tahun 2011 (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar -6,89 persen
|
|
Rabu, 07 Maret 2012 12:37 |
Praktek Kerja Lapangan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Angkatan 51 Di Kabupaten Gunungkidul
 Bertempat di Bangsal Sewokoprojo kompleks Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di Wonosari, Selasa 6 Maret 2012 Bupati Gunungkidul Hj Badingah S.Sos menerima 308 mahasiswa tingkat III dan 51 dosen Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Jakarta Angkatan 51 dalam rangka PKL di Kabupaten Gunungkidul. Dalam laporannya Muchlis Husin, SE, MA (Pelaksana Tugas Ketua STIS) menyampaikan bahwa PKL STIS dilaksanakan pada tanggal 6 Maret s.d 15 Maret 2012 di 18 kecamatan dengan jumlah sampel 4440 rumahtangga yang tersebar di 222 Blok Sensus terpilih. Topik dari PKL adalah Kajian Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kabupaten Gunungkidul. Selain merupakan kurikulum wajib yang harus diikuti, tujuan Umum dari PKL tersebut adalah melatih mahasiswa melakukan penelitian ilmiah untuk menerapkan ilmu yang pernah diperoleh di STIS, mulai dari perencanaan, pelaksanaan lapangan, pengolahan serta menyajikan hasil laporan PKL. Adapun tujuan khususnya adalah mengidentifikasi instrumen untuk menentukan tingkat ketahanan pangan, serta sebaran rumahtangga Kabupaten Gunungkidul menurut tingkat ketahanan pangan. Dijelaskan pula bahwa dalam pengumpulan data selain menggunakan kertas daftar manual dilakukan pula sistem pencatatan elektronik dengan computer/laptop yang merupakan uji coba daftar perangkat elektronik yang akan dikembangkan di BPS. Demikian juga untuk pelaporannya menggunakan sistem pelaporan dan monitoring via sms, tambahnya. | | Selanjutnya Sambutan yang sangat baikpun disampaikan oleh Bupati Kabupaten Gunungkidul, Hj Badingah S.Sos. “Atas nama masyarakat Kabupaten Gunungkidul, Badingah mengucapkan terima kasih atas ditetapkannya Gunungkdul sebagai lokasi PKL STIS. Dengan PKL tersebut mahasiswa akan mengetahui bagaimana kondisi geografis serta mengetahui masyarakat Gunungkidul dalam mengolah potensi SDA yang sangat terbatas. Gunungkidul memang terkenal kering dan tandus, tapi lihat saja nanti kenyataannya. Masyarakat Gunungkidul dikenal dengan masyarakat yang suka bekerja keras, mempunyai etos kerja yang tinggi, tangguh, teruji dalam menghadapi kondisi geografis. Seluruh komponen masyarakat khususnya petani yang didukung oleh pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul mulai tahun 2008 telah mampu berswasembada pangan dan mendapatkan penghargaan dari Presiden RI, ungkap Badingah dengan bangga.”
Dalam akhir sambutannya Badingah berharap agar hasil dari PKL tersebut mampu menghasilkan data-data yang valid dan akurat sehingga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan pengambilan kebijakan terkait upaya meningkatkan dan mempertahankan capaian ketahanan pangan Kabupaten Gunungkidul. Selain itu ia juga berharap untuk ikut mempromosikan Kabupaten Gunungkidul, bahwa Gunungkidul tidak seperti dalam pemberitaan yang kering dan tandus tetapi mempunyai potensi wisata yang banyak sekali, seperti keindahan pantai, keindahan gua-gua yang belum optimal dikembangkan. Dan semoga Gunungkidul akan menjadi kenangan terindah selama PKL, ungkap Badingah. (humas) |
|
|
|